SELAMATKAN KARTINI-KARTINIKU


Sejarah telah membuktikan bahwa seorang sosok wanita Indonesia telah mampu merubah paradigma tentang wanita. Ia hidup di dunia kurang dari usia rata-rata normal manusia, tetapi RA Kartini seorang sosok wanita Jepara ini telah berhasil merubah sendi-sendi pandangan bangsa Indonesia terhadap wanita tempo dulu. Lewat surat-suratnya yang terkumpul dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang” ia menuangkan segala idenya tentang keinginan wanita Indonesia untuk bangkit melawan kebodohan, keterbelakangan dan penindasan.

Ups… tapi jangan salah, walaupun ia menghendaki emansipasi wanita tapi bukan emansipasi wanita yang keblablasan. Ia juga menjadi seorang ibu rumah tangga yang selalu siap sedia melayani suami dalam berbagai hal. Siap untuk diajak diskusi tentang masalah yang dihadapi suaminya ataupun masalah lain.

Tahun-tahun belakangan ini, ide Kartini tentang emansipasi wanita sering kita salah artikan. Emansipasi yang dimaksud bukan persamaan wanita dengan pria lalu menjadikan pemikiran bahwa laki-laki dan perempuan itu tidak ada bedanya. Tetap ada bedanya, di mana kewajiban dan hak yang ditanggung oleh kedua jenis manusia ini tetap berbeda.

Ketika seorang Kartini telah menikah dengan seorang Kartono, maka kewajiban Kartono adalah merupakan hak dari Kartini dan kewajiban Kartini adalah hak dari Kartono. Jadi, kalau hak dan kewajibannya sama trus bagaimana??? capek dech….

Kartini tidak mengisyaratkan bahwa persamaan wanita dan pria (emansipasi) menjadikan wanita harus masuk ke dunia kerja (jadi wanita carrier). Justru jikalau wanita masuk ke dunia kerja tanpa memperhatikan kewajibannya sebagai seorang wanita (jika sudah ibu rumah tangga) malah menjadikan kemerosotan harkat dan martabat wanita. Jangan sampai Kartini-Kartini kita tereksploitasi. Jangan sampai Kartini-Kartini Indonesia kehilangan akal sehatnya demi memenuhi ambisinya untuk bersaing dengan Pria. Demikian pula Kartono hentikan eksploitasimu terhadap para Kartini, mereka adalah makhluk yang penuh dengan kasih sayang, mereka adalah makhluk dengan penuh kelembutan hati.

Semoga hari Kartini tahun ini (21 April 2008) ini dapat membuka jendela cakrawala pemikiran kita tentang amat berharganya Kartini. Runtuhlah sudah bangsa kita kalau Kartini terus dieksploitasi. Akan usai sudah dunia ini tanpa Kartini.

Oh… ya… selamat berjuang para Kartini dan Kartono di SMA/ SMK/ MA besok tanggal 22 April 2008 untuk berjuang menghadapi Ujian Nasional. Jangan sampai Cita-cita Kartini 1 abad yang lalu runtuh gara-gara kemalasan Kartono dan Kartini sekarang.

Iklan

One comment on “SELAMATKAN KARTINI-KARTINIKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s