BUMN SUDAH SAATNYA MEMBUKA DIRI

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

BUMN sebagai perusahaan negara yang menguasai hajat hidup masyarakat Indonesia terasa kian hari kinerjanya kian tak lagi bisa diharapkan. Masyarakat miskin dan lemah mendambakan kinerja perusahaan ini betul-betul melayani masyarakat, bukan sekedar mencari untung. Karena sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 yang diantaranya mengisyarakatkan segala sumber daya dan potensi yang ada di negeri tercinta ini yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara (dalam hal ini BUMN sebagai pengelolanya).

Ya…. kali ini saya pribadi hanya mengomentari tentang kebijakan yang dikeluarkan PLN sebagai pensuplay satu-satunya energi listrik di negeri ini. Kebijakan PLN terasa menyakiti hati rakyat ketika dengan terang-terangan mengumumkan pemadaman bergilir se Jawa – Bali, diikuti pemadaman listrik se pulau Sumatera dan selanjutnya sampai-sampai mungkin pemadaman listrik se Indonesia.

Mending kalau hanya dipadamkan bergilir, yang notabene jelas imbasnya terhadap kegiatan masyarakat ketika listrik mati berarti alat-alat listrik mati (semisal komputer). Tetapi dengan diturunkannya tegangan / voltase listrik dari PLN yang tidak menentu kemungkinan rusak pada alat-alat elektronik semakin besar. Apalagi komputer yang notabene merupakan alat elektronik yang sensitif terhadap tegangan listrik. Kerusakan pada OS (Operating System) menjadi hal yang sering banget terjadi di negeri ini, karena seringnya komputer mati secara tiba-tiba. Tapi, itu belum seberapa OS (kalau kita pakai Linux kan gratis) plus bisa diinstall ulang lagi. Tapi bagaimana dengan hardware komputer? Apakah kita bisa cari dengan gratis? Tentunya kita harus membeli lagi kan? Mahal juga kan?

Mengingat hal yang semacam itu, perlu kiranya BUMN pada umumnya dan PLN pada khususnya memikirkan kembali, tentang kebijakannya yang seringkali tak pernah direalisasikan terlebih dahulu kepada para pelangganya. Pemerintah seharusnya dapat bersikap adil, karena ketika sebuah perusahaan swasta melakukan sedikit pelanggaran terhadap suatu produknya langsung aja digenjot dengan berbagai denda. Tetapi apakah BUMN pernah ditegor apalagi didenda? PLN ….. di mana hati nuranimu? Di mana perasaanmu? Di mana tanggungjawabmu?

YLKI tolong dengar jeritan rakyat kecil yang punya listrik cuma 450 jika diturunkan pasti tinggal pas-pasan cuma dengan lampu bolam kecil 10 watt. Cuma bisa buat ngelihat tulisan di malam hari, tanpa bisa menikmati acara TV bekerja dengan komputer dan sebagainya. Toh ini adalah suara rakyat, apakah pantas PLN berkibar dengan megahnya dengan penderitaan rakyat yang masih dalam kegelapan di malam hari?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s