OpenOffice.org Hebat Lho…

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

OpenOffice.org merupakan program aplikasi office yang sangat jempolan. Selain gratis aplikasi ini mengusung berbagai fitur yang sangat membanggakan. Tersedianya media player yang terintegrasi di dalamnya merupakan kekuatan tersendiri bagi OpenOffice.org. Ketika kita sendang mengerjakan pekerjaan kantor (mengetik, membuat presentasi ataupun mengerjakan worksheet kita tetap dapat menikmati alunan lagu ataupun film yang diputar langsung dari tool tersebut.

Keunikan lain dari OpenOffice.org adalah terintegrasinya antar perangkat office. Ketika kita membuka OpenOffice Writer dan berkeinginan untuk membuka file dengan ekstensi *.ods ataupun *.xls yang di Microsoft Office kita harus terlebih dahulu membuka Microsoft Excel di OpenOffice.org hal ini tidak terjadi. Dari jenis office apa yang sedang kita jalankan kita tetap dapat membuka file dengan format lain yang merupakan format office.

Kemampuan lain yang dapat kita banggakan dari OpenOffice.org adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan berbagai jenis huruf, termasuk juga huruf dengan language CTL yang powerfull bagi kalangan umat Islam karena kebiasaan mengetik huruf Arab pun dapat dilakukan di sini. Selain itu dukungan terhadap penulisan huruf-huruf Asia Timur seperti Cina, Jepang, dan Korea merupakan kekuatan tersendiri bagi OpenOffice.org.

Loading yang lambat adalah hal yang menjadi momok bagi OpenOffice.org. Tetapi jangan khawatir, hal ini dapat atasi dengan mengalokasikan memori yang tepat pada OpenOffice.org. Setting memory yang tepat pada OpenOffice.org akan meningkatkan kemampuan dan optimalisasi penggunaan OpenOffice.org. Tips yang sudah menjadi rahasia umum dapat saya sampaikan sebagai berikut :

Buka pengaturan OpenOffice.org dengan cara click Tool –> Option kemudian pada bagian OpenOffice.org pilihlah bagian Memory kemudian sebagai berikut :

Bagian Undo Number of steps : 20

Bagian Graphics cache : Use for OpenOffice.org : 128 MB

Bagian Graphics cache : Memory per object : 20,0 MB

Bagian Graphics cache : Remove from memory after : 00:10 hh:mm

Bagian Cache of objects : Number of objects : 20

Sedangkan pada Enable systray Quickstarter beri tanda (x) atau setujui.

Dengan resep di atas insya Allah OpenOffice.org yang ada pada komputer anda akan berjalan dengan lancar dan cepat serta terkendali.

Akan tetapi hal yang masih membuat saya penasaran dan sampai sekarang belum ketemu apakah memang ada atau memang belum ada atau memang tidak perlu ada. Adalah pada OpenOffice.org tidak pernah saya temuka pada pengaturan Change Chase selengkap pada Microsoft Office. Pada OpenOffice.org hanya tertera UpperCase dan LowerCase tidak pernah tertera ProperCase. Padahal saat saya mengetik di OpenOffice.org yang merupakan pendatang baru yang selama ini sudah terbiasa menggunakan Microsoft Office sebagai software bantu pengetikkan sangat mengharapkan OpenOffice.org menambahkan satu fitur ini.

Kedua adalah tentang Line Style pada OpenOffice.org yang sampai hari ini di OpenOffice.org 2.4 tetap saja itu-itu aja. Gak ada perubahan. Memang pada bidang ini saya rasa OpenOffice.org perlu berbenah, karena pada software perkantoran semisal OpenOffice.org Writer yang berfokus pada pengetikkan tetapi alangkah baiknya lagi dukungan terhadap tool-tool drawing dapat ditingkatkan. Karena sering kita dalam mengetik suatu naskah tidak sekedar hanya mengetik, tetapi kita juga butuh tambahan garis gambar dan sebagainya sebagai pemanis apa yang telah kita ketik.

Akhirnya saya menyimpulkan bahwa OpenOffice.org adalah sebuah software yang perlu diacungi jempol. Karena selain powerfull, dia juga OpenSource dan gratis. Semoga kedepannya dapat lebih baik lagi dan pengguna dan pengembangnya dapat lebih banyak. Amin..

Iklan

3 comments on “OpenOffice.org Hebat Lho…

  1. ziz,carane recovery grub suse2.0 sing dek iko carane piye ditulis tho,karoan sisan install huruf ne open office writer,nggo open suse2.0

  2. untuk masalah grub sudah saya posting di bagian Solusi Linux dan Solaris… silahkan kunjungi bagian tersebut. Sedangkan untuk menambah font di openoffice di OpenSuse akan segera saya usahakan tutorialnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s