PETUALANGANKU DENGAN LINUX MAKIN MANTAP

Tak terasa setahun lebih sudah aku mencoba mengenal Linux. Banyak juga upaya yang telah aku lakukan untuk sedikit memahami Linux. Mulai dari cari buku yang berkenaan dengan Linux sampai dengan menelusuri belantara di jagad internet untuk mencari tahu tentang hal-hal tentang Linux. Terasa haus juga akan pengetahuan tentang Linux ini, yang katanya semula hanya merupakan proyek hobi dari seorang mahasiswa asal Finlandia yang tertarik dengan sistem operasi.

Berbagai Distro telah aku coba diantaranya bermula dari Mandriva, Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Slax, KateOS, Zenwalk, Zencaffe, Mandrake, Vector Linux, PC LinuxOS, dan masih seabrek lagi distro-distro baik lokal maupun internasional sampai aku temukan OpenSuse. Jatuh hatiku ke distro OpenSuse semula dari perdebatanku dengan temanku mengenai distro Linux paling stabil dan paling mudah digunakan. Semula aku bersikukuh bahwa Mandriva adalah distro paling stabil dan paling mudah. Karena menurut hematku distro ini dekat sekali dengan Windows. Akan tetapi ternyata di tengah perjalanan banyak juga kendala yang aku alami dengan distro Mandriva ini. Mulai dari KDE nya yang sering error sampai dengan pengenalan jaringan dan printer yang sangat lambat.

Akhirnya aku terima saran dari temanku untuk menggunakan OpenSuse. Semula aku gunakan OpenSuse 10.2 di sini aku merasa lebih nyaman dari pada menggunakan Mandriva. Hanya saja pada awal jumpa dengan OpenSuse 10.2 itu aku merasa kehilangan pemutar MP3 yang di Mandriva dapat berjalan dengan mulus. Akhirnya aku temukan reporsitory OpenSuse 10.2 dari majalah InfoLinux. Wah…. marem rasanya udah bisa mutar MP3 dari OpenSuse10.2.

Ternyata perjalanan panjang tidak sampai di situ saja. Beberapa bulan kemudian InfoLinux menghadiahi dengan OpenSuse10.3. Wah… langsung aja aku samber dan aku install ke OpenSuse10.3. Emmm …… nyaman tenan, distro ini banyak fasilitasnya. Bahkan mulailah aku berambah menggunakan Nokia 2116 untuk koneksi ke internet. Bukan main Nokia 2116 yang dah aku coba di sistem operasi Windows untuk koneksi jaringan internet gagal minta ampun sulitnya. Ternyata dengan sistem operasi Linux tepatnya di OpenSuse10.3 mulus tanpa hambatan sama sekali. Dan caranya juga cukup mudah tinggal setting aja di file /etc/wvdial.conf dengan settingan kartu handphone yang kita gunakan terus koneksikan dengan perintah wvdial cdma di Konsole dengan mode root. Udah dech nyambung ke internet.

Nah.. dari sini petualanganku semakin seru. Karena menggunakan distro OpenSuse maka ketika aku masuk ke IRC Client (Confersation) di situ aku bertemu dengan segudang pengguna OpenSuse. Wah… gak ketinggalan juga ketemu sama situs yang sangat sarat dengan perkembangan Opensuse. Situs Bang Vai yang keren ini selalu menjadi referensiku untuk belajar Linux terutama OpenSuse lebih dalam.

Tidak ketinggalan juga situs-situs lain yang menjanjikan segudang pengetahuan tentang Linux dan sistem operasi tahan terhadap virus ini kucoba terus telusuri. Waduh… jadi ketinggalan juga teman-teman di Universitas Muria Kudus (UMK) yang juga banyak berkiprah di dunia OpenSource dan Linux seperti : Mbah Nawi dan Aliansi Timurnya, dan Om Herman dengan Laskar Baratnya yang terus berusaha mencoba untuk selalu membikin produk OpenSource pada tugas-tugas perkuliahan. Tak ketinggalan juga pada dosen yang tetap berusaha mengembangkan dan menularkan ilmunya kepada para mahasiswa, Pak Andi, Pak Aji, Pak Yudhi, dan masih banyak lagi para dosen UMK yang juga berjiwa OpenSource dalam menyalurkan ilmu-ilmunya kepada para Mahasiswa.

Pertemuan dengan OpenSuse 11 dengan KDE 4 nya yang begitu menawan kini membuatku lebih terkesima dengan cepatnya perkembangan OpenSource dan Linux di Indonesia. OpenSuse 11 yang begitu banyak menawarkan program-program berbasis OpenSource memang dapat diandalkan untuk mengobati kehausan kita terhadap sebuah sistem operasi yang profesional dan terjangkau. Kehausan kita terhadap ilmu pengetahuan, terutama di dunia komputer selayaknya dapat kita obati dengan Linux. Menurut saya, Linux merupakan obat paling mujarab untuk mengobati diri kita akan penyakit ketergantungan akan sistem operasi komputer.

Sudah saatnya kita mengubah haluan tentang paradigma kita selama ini yang mengandalkan Windows sebagai satu-satunya sistem operasi yang dapat kita gunakan. Sudah saatnya kita hilangkan perasaan sulit dalam menggunakan Linux. Sudah saatnya kita merubah pandangan kita bahwa kalau tidak ada rotan akar pun jadi. Kalau kita kelaparan juga tidak harus makan nasi, kalau kita mau pergi tidak harus naik motor, sepedapun bisa jadi alternatif.

Kalau kita tidak mau mencoba dan mempelajari sesuatu akan selalu terasa sulit. Sejak pertama kita mengenal komputer kita hanya kenal dengan sistem operasi Windows, tanpa tahu bahwa di muka bumi ini bertebaran berbagai macam sistem operasi yang dapat kita gunakan. Indonesia memang merupakan lahan empuk bagi penyebaran produk-produk instan. Mie instan, bubur instan, sampai dengan sistem operasi instan laris manis di Indonesia.

Eh… kok jadi ngelantur… gimana cerita tentang pengalaman menggunakan Linuxnya? oh… ya… sampai lupa OpenSuse11 juga menawarkan berbagai macam program yang bernuansa edukasi. Program-program edukasi yang ditawarkan oleh OpenSuse11 ini sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Contohkan saja Marble dan Kstar yang merupakan program favoritku. Kedua program aplikasi ini mampu menampilkan jagad raya ini dengan baik. Di Windows program semacam ini baru diluncurkan beberapa bulan yang lalu. Tapi di Linux program-program Edutainment semacam ini telah ada sejak dahulu. Apa lagi coba…? Hebat kan…?

Kemampuan pengenalan terhadap perangkat keras oleh Linux terutama OpenSuse11 termasuk manjur. Printer terutama yang merupakan perangkat yang paling banyak digunakan dapat kita oprek aja driver-drivernya. Seperti Epson C90 yang lumayan merakyat juga dapat kita gunakan di Linux. Pada OpenSuse 11 Epson C90 dapat kita gunakan driver C79 ternyata dapat berjalan dengan mulus juga.

Untuk pengembangan program, NetBeans IDE dapat kita andalkan sebagai sebuah IDE untuk mengembangkan aplikasi berbasis Java yang terkenal dengan kemampuannya berjalan di berbagai platform. Jadi produk yang kita hasilkan dari bahasa pemrograman berbasis Java dapat kita jalankan di Linux, Solaris, McOS, sampai dengan Windows tanpa ada hambatan yang berarti.

Semoga ke depan lebih banyak lagi pengalaman yang dapat kita dapatkan dari belajar di Linux. Ingatlah bahwa kita itu manusia yang butuh belajar dan ilmu pengetahuan bukan sekedar memakai dan tergantung dengan buatan orang lain. Yukk…. bareng-bareng belajar …..

Iklan

6 comments on “PETUALANGANKU DENGAN LINUX MAKIN MANTAP

  1. OpenSuSE itu terlalu berat!!! Dan yang sponsorin distronya yaitu Novell buat kerjasama ama Microsoft. Ini tidak bisa diteruskan!!!! Microsoft, apa yang kau inginkan dari Novell???? Apa kau ingin merusak dunia Linux dengan gaya monopolimu???

  2. betul apa kata bang vai….
    Kayaknya belum pernah posting cara install ms office 2003 dech… Kayaknya yang ane posting tentang OpenOffice ….
    😀

  3. saya menggunakan linux mint 7 dah cukup bagus dari startupnya yang cepat n bisa connect ke internet memakai hp. tp sayangkan versi linux mint 8 agak berat dan suka error.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s