Optimalkan Cara Mengajar

Berbagai metode mengajar sekarang ini dikembangkan untuk mewujudkan mutu pendidikan Indonesia yang lebih baik. metode ceramah dan diskusi adalah metode paling banyak digunakan secara meluas di negara kita, karena cara mendidik ini sudah dikenal sejak dahulu kala. Ceramah memiliki kekurangan besar bila sang pendidik atau guru tidak memiliki kemampuan mengolah kata yang menarik di mata peserta didik. Sehingga efek sampingnya ketika guru memberikan pengajaran dengan metode ceramah siswa terkadang merasa bosan dan tidak lagi tertarik mendengarkan ataupun memperhatikan. Apalagi ditunjang dengan suara pendidik yang kurang keras… em… dapat dipastikan sangat membosankan.

Sedangkan diskusi juga harus ditunjang dengan kemampuan partisipasi aktif siswa. Sering ditemui juga diskusi tidak berjalan dengan baik, karena siswa yang akan mengajukan pertanyaan takut bila nanti pada gilirannya maju akan banyak dicerca ribuan pertanyaan dari yang lain. 😀 Semacam aksi balas dendam gitu…. Nah, di sini lah peran pendidik untuk mengarahkan agar siswa tidak merasa minder dalam menyampaikan pertanyaan maupun gagasannya dalam forum diskusi.

Kemudian bagaimana agar pembelajaran menjadi menarik? Mungkin langkah-langkah membuat pelajaran menjadi menarik setiap tenaga pendidik punya cara masing-masing, tapi menurut saya agar menjadi menarik, berilah kesan semangat dan senyum ketika pendidik masuk ke ruang kelas. Hal ini penting, karena di awal bila pendidik atau guru masuk ke ruangan kelas sudah dengan wajah yang tidak karuan, maka siswapun akan merasa tidak nyaman. Em…. ting… Kalaupun akan memberikan tugas PR ataupun ulangan harian… berilah keceriaan terhadap tugas yang akan dikerjakan siswa. Jangan ditakut-takuti… misalnya…. kerjakan soal halaman 30 – 35 kalau tidak mengerjakan saya hukum berdiri di lapangan sampai pelajaran selesai… ini merupakan hal yang tidak baik. Menurut saya ketika memberikan tugas misalnya : kerjakan halaman 30 – 35 yang sulit berilah tanda lingkaran pada nomor soalnya, nanti kita bahas bersama…. OK….!!! Mungkin ini akan memberikan efek semangat pada siswa sekaligus siswa akan merasa nyaman ketika mengerjakan tugas-tugas yang kita berikan.

Ketika kita menyampaikan materi, siswa kadang hanya diam saja… nah, berilah kesempatan pada mereka untuk mengutarakan isi hatinya… misalnya ketika satu point pembelajaran selesai, langsung aja berikan umpan… untuk mengajukan pertanyaan… bila tetap tidak ada yang bertanya coba evaluasi yang menarik juga… misalnya berikan saja pertanyaan yang sangat ringan atau kira-kira mudah… nah, kalau mereka tidak ada yang dapat menjawab pertanyaan, kita coba evaluasi lagi penyampaian materi yang baru saja kita sampaikan… begitu seterusnya sampai siswa dapat memahami dan memberikan refleksi terhadap apa yang kita sampaikan. Kita tidak perlu buru-buru mengejar materi, sedikit tidak masalah, yang penting mereka betul-betul mampu memahami …. saya rasa itu lebih baik… ketimbang kita menyampaikan buanyak…. tetapi mereka hanya sebagai pendengar setia….

Nah, kalau peserta didik telah terbiasa dengan berinteraksi dengan pelajaran yang kita berikan, saya rasa mereka akan cukup cepat dalam mehamai pelajaran yang kita berikan. Jadi, pada akhirnya target materi pelajaran yang harus kita sampaikan pun akan cepat selesai. Yuk mari kita tingkatkan mutu pendidikan di negeri kita tercinta ini… Ini hanya merupakan sebagian torehan hati saya ketika menyampaikan materi pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di MA Mazro’atul Huda Karanganyar Demak….

Iklan

6 comments on “Optimalkan Cara Mengajar

  1. aku mahasiswa yang sedang kkn ppl di sekolah menengah kejuruan, ak takut bgt masuk kelas karena keterbatasan suaraku.ga bisa keras.gmn ya solusinya agar keraguan tu terkuburkan?

    • Suara yang pelan memang menjadi salah satu penghambat bagi penyampaian materi… Akan tetapi, mungkin dapat juga kita siasati dengan cara kita dalam menyampaikan materi. Salah satu caranya dengan lebih mengaktifkan peserta didik ketimbang diri kita, contoh kongkritnya dengan memberikan beberapa persoalan untuk didiskusikan bersama… Nah, kita sebagai tenaga pendidik dapat mengawasi dan mengamati mereka… kemudian membantu mereka untuk mendapatkan hasil diskusi yang diharapkan. Pokoknya jurus yang mesti kita lakukan adalah pertama kita harus tampil PD di hadapan mereka. Kalau kita masuk ruang kelas sudah dengan tampilan gemetar…!!! Wah… pasti ndak bakalan kelar dech… Syarat selanjutnya kita harus betul-betul menguasai materi yang akan kita sampaikan. Yang Ketiga kita harus kuasai kondisi ruangan…

  2. Mengajar yang baik jika siswa merasa nyaman,..namun setelah setahun dengan kita(guru),.begitu naik kelas beda lagi guru(kelas SD) yang mengajar,..sehingga tercipta lagi format bafru oleh guru baru,..solusinya gimana nya?,.apa sebaiknya dari kelas 1 sampai setiap tahun mereka naik kelas harus diajar oleh guru yang sama?

  3. belum lagi persoalan mutasi,..setelah guru dengan siswa sudah saling memahami,..tiba2 pindah sekolah baru,..tiba disekolah baru adaptasi lagi dari awal n seterusnya seperti itu,..kapan kita bisa meningkatkan mutu pendidikan,..?ada solusi,..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s