Aplikasi Webcame di Linux

Banyak sebenarnya aplikasi yang dapat kita manfaatkan untuk iseng-iseng dalam mengeksplorasi kemampuan webcame kita. Memang yang under Windows sangat banyak kita jumpai aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mengcapture gambar maupun video dengan perangkat webcame kita seperti WebcameMax yang kaya akan vitur. Menarik sekali karena langsung gambar yang dihasilkan dapat dimanipulasi langsung. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana dengan di Linux? Nasib webcame kita bagaimana? Apakah akan menjadi barang asing? Apakah menjadi barang yang tak mampu digunakan?

Kamoso Merupkan salah satu software yang dapat anda manfaatkan untuk memanfaatkan webcame anda sebagai pengambil gambar maupun video. Aplikasi ini kalau di install pada Ubuntu ataupun LinuxMint kayaknya kok masih membutuhkan banyak library yang belum disertakan. 😀 Jadi pada waktu install masih butuh download bermega-mega dech…. Untuk yang berkoneksi internet model keong kayak gue ya… agak malas.

Cheese Nah, kalau ini kayaknya aplikasinya gak banyak download. Waktu saya install di Linux Mint 9 (Isadora) hanya membutuhkan downloadan sekitar 3MB. Kan lebih cepet ketimbang aku harus pake Kamoso. Nah, kelebihannya lagi Cheese juga mempunyai beberapa efek bawaan yang langsung dapat memanipulasi gambar yang dihasilkan. Walaupun… efek-efek yang disertakan tidak secanggih WebcameMax sih… tapi lumayan lah… namanya juga barang gratisan… 😀 Sekian dulu dech…. bagi-bagi ceritanya… lain kali kita sambung lagi … tentunya bila ada hal yang lebih menarik lagi…. OK…

Chrome jadi Browser di Linux

Google Chrome dengan penampilannya yang minimalis memang kalau dipandang kurang menarik. Akan tetapi, justru di situlah menurut saya menjadi sebuah hal yang menarik. Kenapa? Karena dengan penampilannya yang minimalis tanpa menampilkan Toolbar Menu, Toolbar Standar, maupun Toolbar Bookmark seperti pada browser yang lainnya. Dengan tampilan yang hanya menampilkan Address bar dengan beberapa tombol di samping kanan dan kirinya menjadikan Google Chrome terlihat dengan layar yang lebar.

Kehadiran Google Chrome di Linux membuat aku teringat kembali dulu waktu menggunakan Chrome di Windows. Walaupun Linux telah membawa browser bawaan yang cukup mantabz (Mozila Firefox) yang juga tergolong robuz dalam menjelajahi dunia maya, tetapi tak ada salahnya mencoba kembali menggunakan Chrome buatan dari Google. Soalnya udah kadung jatuh cintrong sama bikinan Google. 😀 File Master yang gak terlalu besar dan tersedia dalam beberapa distribusi Linux juga tidak membuat malas dalam mendownloadnya. Coba aja rasakan kehebatan Google Chrome di Linux. Kalau lom dapat link downloadnya silahkan aja googling aja hehehee tapi boleh juga langsung meluncur ke http://www.google.com/chrome.