Chrome jadi Browser di Linux

Google Chrome dengan penampilannya yang minimalis memang kalau dipandang kurang menarik. Akan tetapi, justru di situlah menurut saya menjadi sebuah hal yang menarik. Kenapa? Karena dengan penampilannya yang minimalis tanpa menampilkan Toolbar Menu, Toolbar Standar, maupun Toolbar Bookmark seperti pada browser yang lainnya. Dengan tampilan yang hanya menampilkan Address bar dengan beberapa tombol di samping kanan dan kirinya menjadikan Google Chrome terlihat dengan layar yang lebar.

Kehadiran Google Chrome di Linux membuat aku teringat kembali dulu waktu menggunakan Chrome di Windows. Walaupun Linux telah membawa browser bawaan yang cukup mantabz (Mozila Firefox) yang juga tergolong robuz dalam menjelajahi dunia maya, tetapi tak ada salahnya mencoba kembali menggunakan Chrome buatan dari Google. Soalnya udah kadung jatuh cintrong sama bikinan Google. 😀 File Master yang gak terlalu besar dan tersedia dalam beberapa distribusi Linux juga tidak membuat malas dalam mendownloadnya. Coba aja rasakan kehebatan Google Chrome di Linux. Kalau lom dapat link downloadnya silahkan aja googling aja hehehee tapi boleh juga langsung meluncur ke http://www.google.com/chrome.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s