QiOO ~ Al-Qur’an di OpenOffice

Makin mantab lah kita umat Islam dengan OpenSource. Ketika kita menggunakan Microsoft Office kita dapat menyisipkan ayat Al-Qur’an dengan tambahan plug in Al Qur’an in Word. Nah, sekarang ini di OpenOffice pun tak ketinggalan. Bahkan ketika saya uji kayaknya lebih stabil ketimbang kalau kita pakai Al-Qur’an in word. Hurufnya yang dapat dengan mudah kita ganti ke jenis huruf arab lain pun membuat saya makin mantabz untuk beralih ke OpenOffice. 😀

Nah, kali ini saya ingin berbagi bila anda belum tahu, tulisan ini akan menitikberatkan pada distro di bawah Ubuntu dan keluarga besarnya. Sewaktu saya nulis ini lagi pake Linux Mint Isadora. Berikut ini langkah-langkahnya :

Langkah Pertama Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya anda download jenis hurufnya di sini. Nah, untuk cara installnya anda dapat dengan meletakkannya pada direktory fonts home anda (misal bila username anda akoe /home/akoe/.fonts). Bila belum ada direktory .fonts anda dapat membuatnya sendiri :D. Baca lebih lanjut

Iklan

Cara Bikin Backround Desktop Slide Show di Linux

Kalau di Windows 7 terasa gak menjemukan karena desktop backgroundnya dapat gonta-ganti alias slideshow. Nah, kalau di Linux anda jangan khawatir dan berkecil hati. Tenang aja, ada cara mudahnya kok… install aja crebs. Untuk distro Ubuntu dan keturunannya (Mint, BlankOn, dsb) anda dapat ikuti langkah berikut ini :

Bukalah Terminal, kemudian satu per satu lakukan perintah berikut ini :
sudo add-apt-repository ppa:crebs/ppa
sudo apt-get update
sudo apt-get install crebs

Nah, kalau udah clear semua, silahkan buka melalui (Start) –> System –> Preferences –> Create Background Slideshow. Maka muncul kotak dialog pengaturan slideshow, kita dapat menambahkan gambar-gambar background kesayangan kita dan kita atur berapa waktu yang dibutuhkan untuk transisi dan ganti gambar. 😀

Selamat mencoba dan menikmati mudahnya dan indahnya desktop Linux. 😀

Download Film di Youtube tanpa Tool di Linux

Kayaknya dah terlalu sering nich ngebanggain Linux dari pada OS yang lain… 😀 Tapi tak mengapalah, memang ini kenyataan kok… walaupun di beberapa sisi Linux juga ketinggalan dibandingkan dengan OS yang lain 😦 Nah, kalai ini kaitannya dengan download film di youtube yang sering menjadi masalah bagi kita. Di Linux downloadnya gak perlu repot-repot install Youtube downloader atau semacamnya… gak perlu pake buat link mirror pake Keepvid. Nah, langsung aja deh ke pokok masalah.

Caranya sangat simple, buka aja film youtube yang anda sukai… kemudian play sebentar, setelah jalan silahkan anda nikmati filmnya atau anda pause. Ketika kita pause browser akan tetap mendownloadnya. Nah, tunggulah sampai film selesai terdownload oleh browser dan dapat langsung kita mainkan. Nah, di Linux terdapat folder /tmp Bukalah folder itu… maka akan anda dapatkan film yang anda buka di Youtube. Selamat menikmati. 😀

Bikin Globe dengan The Gimp di Linux Mint

Nah, kali ini gak programing-programingan… kali ini nulis tentang grafis aja dech… biar gak botak ni kepala… 😀 Biar berkembang juga antara otak kanan and otak kirinya… Kan lebih indah kayaknya bila otak kita seimbang… xixixi…. bayangin aja kalau otak kita ndak seimbang lagi… Nengkleng terus ni kepala …. Waduh… malah ngelantur terus… Oke dech… kita kembali kepada pokok permasalahan…Kita akan mencoba membuat globe yang muter-muter dengan menggunakan The Gimp. Nah sebagai langkah pertama, harus kita persiapkan dulu gambar petanya, bisa dalam bentuk jpg, png atau gambar yang lainnya. Kalau bisa gambar sendiri juga gak papa…. nah, kalau kesulitan nyari gambarnya silahkan ambil gambar di bawah ini!

Nah, selanjutnya kita buka gambarnya dengan menggunakan The Gimp. Setelah terbuka, kiga scale (atur ukuran) menjadi gambar yang persegi (panjang dan lebarnya sama) caranya dapat melalui menu Image –> Scale Image, maka akan tampil kotak dialog scale image seperti gambar di bawah ini :

Nah, kalau gak mau simetris, click lah gambar rantai (biar tidak diskalasikan dengan ukuran) kemudian click Scale. Jangan khawatir gambar telah menjadi lonjong tidak seperti peta yang benar. Baca lebih lanjut

Cara Gampang Bikin Aplikasi CRUD

Kalau kemarin telah saya posting tentang cara gampang koneksi database dengan java netbeans, nah… sekarang mari kita coba implementasikan pada Swing Application. Maaf kali ini tidak menggunakan metode-metode yang rumit, langsung aja to the point… hehehe… Konsepnya adalah menyimpan langsung dari view ke database, menghapus database langsung berdasarkan key yang ada pada vienya, demikian pula pada metode editnya. Walaupun kodenya akan menumpuk, tetapi ndak terlalu panjang kok… hehehe… Tinggal kita sendiri bagaimana menyimpulkan mau yang pake metode MVC, metode obok-obok kayak gini, atau pake framework yang keren. Semua terserah anda…. Nah, mari kita buat designnya dulu… Sebagai contoh buatlah design form seperti gambar di bawah ini.

Nah, setelah itu sesuaikanlah variable name nya sesuai dengan kode di bawah ini. (Kode di bawah ini adalah kode untuk JButton New. Atau script yang dipanggil ketika form dipanggil.

    private void Baru() {
        btnSave.setText("Save");
        Date date = new Date();
        SimpleDateFormat formatHari = new SimpleDateFormat("dd");
        txtTanggal.setText("" + formatHari.format(date));
        SimpleDateFormat formatBulan = new SimpleDateFormat("MM");
        txtBulan.setText("" + formatBulan.format(date));
        SimpleDateFormat formatTahun = new SimpleDateFormat("yyyy");
        txtTahun.setText("" + formatTahun.format(date));
        txtNIS.requestFocus();
        txtNIS.setText("");
        txtNama.setText("");
        txtTempatLahir.setText("");
        txtAlamat.setText("");

        try {
            Class.forName(KoneksiDatabase.driver);
            java.sql.Connection c = DriverManager.getConnection(KoneksiDatabase.database, KoneksiDatabase.user, KoneksiDatabase.pass);
            Statement s = c.createStatement();
            String sql = "select * from Identitas";
            ResultSet rs = s.executeQuery(sql);

            final String[] headers = {"NIS", "Nama", "Tempat Lahir", "Tanggal Lahir", "Alamat"};
            rs.last();

            int n = rs.getRow();
            Object[][] data = new Object[n][5];
            int p = 0;
            rs.beforeFirst();
            while (rs.next()) {
                data[p][0] = rs.getString(1);
                data[p][1] = rs.getString(2);
                data[p][2] = rs.getString(3);
                data[p][3] = rs.getString(4);
                data[p][4] = rs.getString(5);
                p++;
            }
            tblIdentitas.setModel(new DefaultTableModel(data, headers));
            tblIdentitas.setAlignmentX(CENTER_ALIGNMENT);

        } catch (Exception e) {
            JOptionPane.showMessageDialog(null, "Gagal Koneksi kang....", "Warning", JOptionPane.WARNING_MESSAGE);
        }

    }

Nah, setelah itu kita bikin juga kondisi saat kita menyimpan. Untuk sourcecode menyimpannya seperti berikut : Baca lebih lanjut

Menyulap Linux Mint 9 bagaikan Windows 7

Dari kemarin memang lagi suka untuk posting soal tampilan dari Linux. Nah, kali ini saya posting lagi tentang Linux yang tampil dengan tampilan Windows 7. Kok malah milin Windows? Kenapa? Alasan saya kebanyakan pengguna komputer masih menggunakan Windows, dan biasanya alasan untuk tidak beralih ke Linux adalah karena sulit. Nah, kalau tampilannya udah kayak Windows apa sulit? 😀 Lihat saja gambar di atas, tampilan Linux Mint 9 (Isadora) yang telah saya modifikasi menjadi tampil seperti layaknya Windows7. Tak kalah dech pokoknya.

Nah, bagi pengguna Linux dengan desktop Gnome dapat langsung menelusuri theme-theme yang disediakan oleh http://gnome-look.org atau kalau yang seperti saya gunakan anda langsung aja meluncur download di sini. Trus gimana cara pasangnya? Berikut ini langkah menyulap Linux Mint berpenampilan seperti Windows 7.

Pertama Download <a href="“>Win2-7Pack_v5.4_Aero Blue.tar.gz

Kedua Ekstrak file tersebut kemudian masuk ke dalam foldernya, kemudian pada area kosong click kanan dan pilih Open in Terminal.

Ketiga Ketikkan sh GUIInstall.sh perintah ini untuk mulai menginstall.
Keempat Akan banyak konfirmasi, pilihlah sesuai dengan keinginan anda.
Kelima Selesai… dan eng ing eng…. berubahlah tampilan… SELAMAT MENIKMATI…

Download Aplikasi Analisa Ketuntasan Belajar Siswa

Saat ini tenaga pendidik tidak hanya dituntut menyampaikan materi pelajaran. Akan tetapi, lebih dari itu, tenaga pendidik (guru) juga dituntut mampu menganalisa ketuntasan belajar siswa. Dimana dengan hasil analisa yang dilakukan oleh guru terhadap hasil belajar siswa, maka dapat diambil tindakan pembelajaran yang bagaimana yang efektif untuk menyampaikan materi yang harus diajarkan. Mungkin akan terasa sangat berat bila harus dilakukan secara manual dengan menganalisa butir-demi-butir soal, siswa satu ke siswa yang lainnya… Emm…. bisa pusing banget dech… Akan tetapi… cobalah perhatikan gambar di bawah ini. Walaupun saya design dengan hanya menggunakan OpenOffice.org atau dapat anda buka dengan Ms. Excel silahkan anda manfaatkan untuk menganalisis ketuntasan belajar siswa.

Nah, untuk itu dengan penuh semangat memanfaatkan teknologi komputer yang saat ini berkembang amat pesat di negeri kita tercinta ini, saya membangun sebuah aplikasi yang hanya berbasis office (dapat dijalankan di Microsoft Office maupun OpenOffice). Aplikasi ini mampu menganalisa mulai dari ulangan harian sampai dengan ulangan semester, dan pada akhirnya sampai pada ketercapaian siswa di bidang Kognitif, Psikomotorik maupun Afektif. Walaupun hanya simple tetapi diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan pendidikan di negeri kita tercinta ini. 😀 Nah, bagi yang mau memanfaatkannya silahkan download di sini.

Aplikasi Webcame di Linux

Banyak sebenarnya aplikasi yang dapat kita manfaatkan untuk iseng-iseng dalam mengeksplorasi kemampuan webcame kita. Memang yang under Windows sangat banyak kita jumpai aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mengcapture gambar maupun video dengan perangkat webcame kita seperti WebcameMax yang kaya akan vitur. Menarik sekali karena langsung gambar yang dihasilkan dapat dimanipulasi langsung. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana dengan di Linux? Nasib webcame kita bagaimana? Apakah akan menjadi barang asing? Apakah menjadi barang yang tak mampu digunakan?

Kamoso Merupkan salah satu software yang dapat anda manfaatkan untuk memanfaatkan webcame anda sebagai pengambil gambar maupun video. Aplikasi ini kalau di install pada Ubuntu ataupun LinuxMint kayaknya kok masih membutuhkan banyak library yang belum disertakan. 😀 Jadi pada waktu install masih butuh download bermega-mega dech…. Untuk yang berkoneksi internet model keong kayak gue ya… agak malas.

Cheese Nah, kalau ini kayaknya aplikasinya gak banyak download. Waktu saya install di Linux Mint 9 (Isadora) hanya membutuhkan downloadan sekitar 3MB. Kan lebih cepet ketimbang aku harus pake Kamoso. Nah, kelebihannya lagi Cheese juga mempunyai beberapa efek bawaan yang langsung dapat memanipulasi gambar yang dihasilkan. Walaupun… efek-efek yang disertakan tidak secanggih WebcameMax sih… tapi lumayan lah… namanya juga barang gratisan… 😀 Sekian dulu dech…. bagi-bagi ceritanya… lain kali kita sambung lagi … tentunya bila ada hal yang lebih menarik lagi…. OK…

Chrome jadi Browser di Linux

Google Chrome dengan penampilannya yang minimalis memang kalau dipandang kurang menarik. Akan tetapi, justru di situlah menurut saya menjadi sebuah hal yang menarik. Kenapa? Karena dengan penampilannya yang minimalis tanpa menampilkan Toolbar Menu, Toolbar Standar, maupun Toolbar Bookmark seperti pada browser yang lainnya. Dengan tampilan yang hanya menampilkan Address bar dengan beberapa tombol di samping kanan dan kirinya menjadikan Google Chrome terlihat dengan layar yang lebar.

Kehadiran Google Chrome di Linux membuat aku teringat kembali dulu waktu menggunakan Chrome di Windows. Walaupun Linux telah membawa browser bawaan yang cukup mantabz (Mozila Firefox) yang juga tergolong robuz dalam menjelajahi dunia maya, tetapi tak ada salahnya mencoba kembali menggunakan Chrome buatan dari Google. Soalnya udah kadung jatuh cintrong sama bikinan Google. 😀 File Master yang gak terlalu besar dan tersedia dalam beberapa distribusi Linux juga tidak membuat malas dalam mendownloadnya. Coba aja rasakan kehebatan Google Chrome di Linux. Kalau lom dapat link downloadnya silahkan aja googling aja hehehee tapi boleh juga langsung meluncur ke http://www.google.com/chrome.

Brush pada Gimp

Pengembang Adobe Photoshop harus berpikir ulang tentang keberadaan The Gimp. Kenapa? Karena mereka harus memikirkan pula para penggemarnya yang mungkin akan step by step bermigrasi ke Gimp yang gratis. Aplikasi pengolah grafis berbasis raster atau bitmap ini juga mempunyai kemampuan yang hampir setara dengan Adobe Photoshop yang tergolong sebagai aplikasi yang sangat mahal. The Gimp yang menjadi default aplikasi grafis berbasis bitmap di distro-distro Linux ini juga mempunyai koleksi brush yang tak kalah hebat dibandingkan dengan koleksi brush-nya Photoshop.

Selain itu The Gimp juga merupakan aplikasi multiplatform. Selain di Linux, Gimp juga mempunyai versi Windows. Emmmm untuk pengguna PhotoShop yang gemar belajar hal-hal baru saya rasa akan sangat tertarik dengan The Gimp ini. Nah, untuk menambahkan brush selain default bawaan dari Gimp anda dapat mendownloadnya dari sini.

Bagaimana cara menginstallnya?

  1. Download aja dari situs ini.
  2. Ekstrak file hasil download brush yang telah anda pilih.
  3. Masuklah ke directory home anda kemudian buat mode show hidden files (dapat melalui menu View –> Show Hidden Files) atau cara cepatnya tekan aja Ctrl + H
  4. Carilah directory Gimp anda dan masuklah pada bagian brush.
  5. Pastelah hasil copy dari ekstrak file brush yang anda download.
  6. Buka The Gimp dan gunakan brush yang anda download.
  7. Good Luck….!!!