Rabu Wekasan (Rabu Terakhir di Bulan Sofar), Hari Terburuk dalam Setahun

Diterangkan dalam kitab Jawahir, ألله سبحانه وتعالى pada tiap-tiap tahun menurunkan 320.000 (tiga ratus dua puluh ribu) bala’ (bencana) dalam “Rabu Wekasan”, hari Rabu terakhir di bulan Sofar. Pada hari itu disebut hari paling payah.

Untuk itu, para ulama’ mendekatkan diri (taqorrub) kepada الله سبحانه وتعالى agar terhindar dari bala’ yang diturunkan, dengan cara melakukan amalan-amalan yang dianjurkan ajaran agama Islam, seperti sholat, berdo’a, shodaqoh, dan lain sebagainya. Amalan yang biasanya dikerjakan pada hari itu antara lain :

  1. Mandi tolak balak, dengan niat sebagai berikut :
  2. نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدَفْعِ الْبَلاَءِ لله تَعَالى
    
  3. Sholat tolak balak 4 raka’at, tiap dua raka’at salam. Adapun surat-surat yang biasanya dibaca setelah Al-Fatihah yaitu : Surat Al-Kautsar 17 kali, Surat Al-Ikhlas 5 kali, Surat Al-Falaq 1 kali dan Surat An-Nas 1 kali. Adapun setelah salam membaca do’a seperti di bawah ini :
  4. بسم الله الرحمن الرحيم . الحمد لله رب العالمين. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد واله وصحبه عدد صلوات المصلين عليه. 
    اللهم يا شديد القوى, ويا شديد المحال يا عزيز يا من ذلت لعزتك جميع خلقك اكفنى من شر
     جميع خلقك, يا محسن يا مجمل يا متفضل يا منعم يا مكرم يا من لا اله الا انت ارحمنى
     برحمتك يا ارحم الراحمين. اللهم بسر الحسن واخيه وجده وابيه وامه وبنيه اكفنى شر هذا اليوم
    وما ينزل فيه يا كافى المهمات يا دافع البليات فسيكفيكهم الله وهو السميع العليم. وحسبنا الله ونعم
     الوكيل ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم. 
    اللهم اعصمنا من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الاعداء وموت الفجأة ومن
     شر السام والبرسام الحمى والبرص والجذام
    والاسقام ومن جميع الامراض برحمتك يا ارحم الراحمين. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى
     اله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين.
    
  5. Membuat air salam, yaitu air yang menulis وفق Rabu Wekasan kemudian dimasukkan ke dalam air, kemudian dido’ai, وفق nya seperti di bawah ini :
  6. rajah-rabu-wekasan2
    Semoga الله سبحانه وتعالى selalu melindungi kita dari mara bahaya.

    Iklan

24 comments on “Rabu Wekasan (Rabu Terakhir di Bulan Sofar), Hari Terburuk dalam Setahun

  1. Mari Membeli Masa Depan

    Banyak sekali diantara kita semua yang terjebak dalam lubang pengangguran.
    Menyedihkan memang ketika kita berulang kali keluar masuk dari satu perusahaan keperusahaan lain namun hasilnya tepap sama,DITOLAK!!!.
    Mungkin juga diantara kita berfikir kenapa untuk menempuh jenjang pendidikan yang tinggi membutuhkan biaya yang tidaklah sedikit,bahkan cenderung makin menjerat.
    Sedangkan untuk memperolah pekerjaan yang layak baik di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta selalu disyaratkan: MINIMAL D3 ata S1.
    Salah siapa?!
    Apakah anda ingin berubah?
    Atau ingin selalu dijajah?

    ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MELAMAR KERJA/MELANJUTKAN KULIAH/KENAIKAN JABATAN?!?!

    -SMU:2.000.000
    -D3:4.000.000
    -S1:6.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DIKOPERTIS, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI).

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE:arief_gagah@yahoo.com

    BERMINAT?

    HUB:08887054873 / 085736927001.

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

    Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lainnya.

    TERIMAKASIH

  2. Saya ingin bertanya adakah Hadits yang menerangkan perintah shalat Rabu Wekasan atau pernahkah Rasulullah SAW melakukan shalat itu?Darimana ulama sufi dapat menghitung bala tersebut padahal di Al-Quran tidak pernah disebutkan bahkan Rasulullah tidak tahu?

  3. Mas Afa…mohon dikoreksi di kata terakhir kayaknya ada kalimat yang terlewat… perasaan ada kata “حَتَّى”nya…. سلام هي حتى مطلع الفجر syukron..

  4. fatahillah masalah rabu wekasan itu sama sekali bukan masalah, bila hari itu kita shalat sunnah mutlaq lalu baca alkausar 17 kali, alikhlas 5 x, alfalaq 1 x dan annas 1x jumlah 24 kali, sesuai waktu sehari semalan, shalat sunat itu kapan aja sunat dilakukan, baca quran surat apa saja sunat dilakukan dalam shalat, nah abis itu bersedekahlah untuk menolak bala. dan amalan seperti ini setip hari sunat kita lakukan yaitu sunat mutlaq, membaca surat, dan bersedekah. jelas ini tak bisa kita bantah. nah amalannya jelas tidak ada masalah. namun kalau niatnya shalat tolak ba seperti umum dilakukan maka ini adalah bid’ah karena niatnya. nah masalah aulia bisa melihat turunnnya bala anda bisa membuka ihya ulumuddin karangan alghazaly tentang para aulia bisa melihat kelauh mahfudh yang merupakan gambaran semua yabg telah terjadi dan akan terjadi dialam semsta. jadi karena ia waly maka tahu, nah kita TERSERAH MAU IKUT ATAU TIDAK MAU IKUT BAGUS TAK IKUT JUGA TAK APA APA YANG JADI MASALAH ADALAH ORANG WAHABI SAMA MUHAMMADIAH ITU SERING SALAH MEMAHAMI AGAMA NAMUN SUKA NUDUH ORANG SALAH DALAM BERAGAMA, YANG ANEHNYA MEREKA TARAWIH 8 RAKAAT KATANYA IKUT NAMI, MEMANG UMAR DAN ALI YANG 20 RAKAAT TIDAK IKUT NABI,UDAH DEH PARA WAHABI DAN MUHAMMADIAH YANG MERASA SOK LEBIH BENAR DARI UMAR DAN ALI DEH KARENA HANYA BERDALIUL AKAL BAHWA NABI GAK MUNGKIN SALAH SEDANGKAN SAHABAT TIDAK MAKSUM YANG MUNGKIN SAJA SALH, JADI KITA HARUS IKUT NABI, PEMIKIRAN INILAH YANG SERING MEMBUAT ORANG IKUT WAHABI DAN MUHAMMADDIAH PADAHAL PEMIKIRAN INI HANYALAH DALIL AKAL YANG TIDAK BOLEH KITA PEGANG, TAPI HADIST KEUTAMAAN SAHABATLAH YANG HARUS KITA PEGANG,OGA MOGA MEMBERI PENCERAHAN

  5. Ping-balik: This Is Banten LifeStyle | Blog | Satu Pendapat Tentang Rabu Wekasan (kalo orang Serang Bilang : Rebo Kasan)

  6. Rasullah bersabda : “Man ‘amila ‘amalan laysa ‘alayhi amruna, fahuwa raddun”

    “Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, bukan dari kami, maka akan tertolak.” (HR Bukhari dan Muslim)

  7. masa ada bala bencana di datangkan tanpa sebab nya itu namanya zolim . engga usah di ikutin rebo wakasan ane belajar agama dari TK sampe kuliah engga pernah di ajarin rabu wakasan. ini karangan orang NU , waspadalah……….

  8. “Sholat tolak balak 4 raka’at, tiap dua raka’at salam. Adapun surat-surat yang biasanya dibaca setelah Al-Fatihah yaitu : Surat Al-Kautsar 17 kali, Surat Al-Ikhlas 5 kali, Surat Al-Falaq 1 kali dan Surat An-Nas 1 kali.”
    hadist Riwayat siapa ya….?
    shohih or palsu?

  9. Barangsiapa berdusta atas nama Nabi, maka ia telah menyiapkan tempat duduknya di neraka. Maka jika kita melaksanakan suatu amalan yang dianggap ibadah, dan itu tidak ada satupun hadits / dalil dari amalan tersebut, maka amalan itu tertolak. Kasihanilah mereka yang melakukan amalan yang tiada contoh dari Rasulullah, sebab mereka cape’-cape’ sholat, namun tidak mendapatkan pahala sedikitpun, bukannya pahala yang diraih, eh malah dosa yang ia dapat. Na’udzubillahi min dzalik.

  10. Shalat Rebo Wekasan Dan Hadiyyah

    Hadratus Syeh M. Hasyim Asy’ari pernah menjawab pertanyaan orang tentang shalat Rebo Wekasan. inilah dokumen asli pertanyaan dan jawaban beliau atas pertanyaan cabang NU Sidoarjo, sebagaimana ditulis oleh KH Abdurrohman Nafis Lc. M.HI yang dimuat dalam AULA, 01 Januari 2012:

    Mas’alah:

    a. Kados pundi hukumipun ngelampahi shalat rebo wulan Shafar, kasebat wonten ing kitab mujarobat lan ingkan kasebat wonten khir bab 18 ? (Bagaimana hukumnya menunaikan shalat pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar sebagaimana yang tertulis dalam kitab Mujarabat dan tersebut di akhir bab 18 sebagai berikut ?).

    فائدة أخرى: ذكر بعض العارفين – من أهل الكشف والتمكين – أنه ينزل في كل سنة ثلاثمائة وعشرون ألفا من البليات، وكل ذلك في يوم الأربعاء الأخير من شهر صفر، فيكون ذلك اليوم أصعب أيام السنة كلها، فمن صلّى في ذلك اليوم أربع ركعات إلخ. فونفا ساهى فونفا أوون ؟ يعنى سنة فونفا حرام ؟ أفتونا أثابكم الله ؟.

    Artinya: Sebagian orang yang ma’rifat dari ahli kasyaf dan tamkin menyebutkan: setiap tahun, turun 320.000 cobaan. Semuanya itu pada hari Rabu akhir bulan Shafar, maka pada hari itu menjadi sulit-sulitnya hari di tahun tersebut. Barang siapa shalat di hari itu 4 rakaat dst.”.

    b. Kados pundi hukumipun ngelampahi shalat hadiyah ingkang kasebat wonten ing kitab (Bagaimana hukumnya menunaikan shalat hadiyah yang tersebut dalam kitab sebagai berikut):

    حاشية المهي على الستين مسئلة وونتن إع آخيفون باب يلامتي ميت، ونصه: ذكر في نزهة المجالس عن كتاب المختار ومطالع الأنوار عن النبي صلى الله عليه وسلم: ((لا يأتي على الميت أشد من الليلة الأولى فارحموا موتاكم بالصدقة فمن لم يجد فليصل ركعتين يقرأ في كل ركعة فيهما فاتحة الكتاب وآية الكرسي وألهاكم التكاثر وقل هو الله أحد إحدى عشرة مرة ويقول اللهم إني صليت هذه الصلاة وتعلم ما أريد اللهم ابعث ثوابها إلى قبر فلان بن فلان فيبعث الله من ساعته إلى قبره ألف ملك مع كل ملك نور هدية يؤنسونه في قبره إلى أن ينفخ في الصور ويعطى الله المصلي بعدد ما طلعت عليه الشمس ألف شهيد ويكسى ألف حلة انتهى. وقد ذكرنا هذه الفائدة لعظم نفعها وخوفا من ضياعها فينبغي لكل مسلم أن يصليها كل ليلة لأموات المسلمين.
    Artinya: Disebutkan dalam Nuzhatul majalis dari kitab al-muhtar wa matholi’ul anwar dari Nabi SAW. “tidak datang pada mayit hal yang lebih berat kecuali pada malam pertama, maka belas kasihanilah mereka dengan shodaqoh. Barang siapayang tidak punya, maka shalatlah 2 rokaat, setiap rokaat membaca fatihah, ayat kursi, surat al-hakumu al-takasur dan qul huwallahu ahad 11 kali, dan berdo’a: “Ya Allah saya shalat ini, engkau mengetahui apa yang saya kehendaki. Ya Allah, kirimkanlah pahala shalatku ini kepada kuburan fulan bin fulan, maka Allah akan mengirimkan saat itu juga 1000 malaikat ke kuburan fulan dan setiap malaikat membawa nur sebagai hadiyah yang menghibur dikuburnya sampai terompet ditiup (hari kiamat) da bagi orang yang melakukan shalat tersebut akan diberi pahala dengan pahala orang yang mati syahid sebanyak benda yang tersinari matahari dan akan diberi pakaian perhiasan sebanyak 1000 macam. Telah saya sebutkan ini karena sangat besar manfaatnya dan takut tersia-sia. Maka sebaiknya, bagi setiap orang muslim untuk melakukan shalat tersebut pada setiap malam untuk kemanfaatan orang islam yang sudah mati.

    Jawaban:

    بسم الله الرحمن الرحيم وبه نستعين على أمور الدنيا والدين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

    أورا وناع فيتوا أجاء – أجاء لن علاكوني صلاة ربو وكاسان لن صلاة هدية كاع كاسبوت إع سؤال، كرنا صلاة لورو إيكو ماهو دودو صلاة مشروعة في الشرع لن أورا أنا أصلي في الشرع. والدليل على ذلك خلو الكتب المعتمدة عن ذكرها، كيا كتاب تقريب، المنهاج القويم، فتح المعين، التحرير لن سأ فندوكور كيا كتاب النهاية، المهذب لن إحياء علوم الدين. كابيه ماهو أورا أنا كع نوتور صلاة كع كاسبوت.

    ومن المعلوم أنه لو كان لها أصل لبادروا إلى ذكرها وذكر فضلها، والعادة تحيل أن يكون مثل هذه السنة وتغيب عن هؤلاء وهم أعلم الدين وقدوة المؤمنين. لن أورا وناع أويه فيتوا أتوا عافيك حكوم ساكا كتاب مجربات لن كتاب نزهة المجالس. كتراعان سكع كتاب حواشى الأشباه والنظائر للإمام الحمدي قال: ولا يجوز الإفتاء من الكتب الغير المعتبرة، لن كتراعان سكع كتاب تذكرة الموضوعات للملا على القاري: لا يجوز نقل الأحاديث النبوية والمسائل الفقهية والتفاسير القرآنية إلا من الكتب المداولة (المشهورة) لعدم الإعتماد على غيرها من ودع الزنادقة والحاد الملاحدة بخلاف الكتب المحفوظة انتهى. لن كتراعان سكع كتاب تنقيح الفتوى الحميدية: ولا يحل الإفتاء من الكتب الغريبة. وقد عرفت أن نقل المجربات الديربية وحاشية الستين لاستحباب هذه الصلاة المذكورة يخالف كتب الفروع الفقهية فلا يصح ولا يجوز الإفتاء بها. لن ماليه حديث كع كاسبات وونتن كتاب حاشية الستين فونيكا حديث موضوع. كتراعان سكع كتاب القسطلاني على البخاري: ويسمى المختلف الموضوع ويحرم روايته مع العلم به مبينا والعمل به مطلقا. انتهى.

    Terjemah Singkat:

    “Tidak benar fatwa tentang mengajak-ajak dan melakukan shalat Rebo Wekasan dan shalat Hadiyah sebagaimana tersebut dalam pertanyaan. Sebab, kedua shalat utu bukan shalat yang disyariatkan dan tidak ada dasarnya di dalam syariat. Dalilnya juga sama sekali tidak ada dalam kitab-kitab yang mu’tamad seperti Taqrib, al-Minhajul Qowim, Fathul Muin, at-Tahrir, an-Nihayah, al-Muhadzab dan Ihya’ Ulumuddin. Semua kitab itu tidak ada yang menyebutkan tentang kedua shalat tersebut. Dan tidak benar memberi fatwa dengan mengambil hukum dan kita Nazhatul Majalis sebagaima keterangan dalam Hawasyi Asybah wan Nadhair, Tadzirotul Maudlu’at dan Tanqihul Fatfa dll.”
    (alfathimiyyah.net/shalat-rebo-wekasan-dan-hadiyyah)

  11. BETULKAH BULAN SHAFAR PENUH KESIALAN ?

    Pertanyaan ini menyeruak mengingat banyak kalangan dimasyarakat yang beranggapan bahwa bulan shafar merupakan bulan pancaroba sehingga ada orang yang tidak mau melakukan aktifitas baik seperti walimatul arus, khitan dan lain-lain dibulan ini.

    Bahkan ada satu hari dibulan ini (hari rabu terakhir pada bulan shafar/rebo wekasan) yang dianggap sangat buruk karena diyakini bahwa dihari itu Allah Swt menurunkan beribu bala dan musibah untuk manusia. Karena, dilakukanlah berbagai ritual untuk menolak bala dan musibah tersebut.

    Betulkah anggapan diatas tentang bulan Shafar ? berikut ini beberapa penjelasan mengenai hal tersebut.

    1. Dalam ajaran Islam, bulan Shafar sama dengan bulan-bulan lainnya. Dalam arti tidak ada kesialan dan bala. Memang sebelum Islam datang, orang-orang arab pada waktu itu menganggap bulan Shafar penuh dengan bala dan kesialan. Tapi kemudian Rasulullah saw membantahnya. Sabda Rasulullah Saw :

    عن ابي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال : لا عدوي ولا طيرة ولا هامة ولا صفر

    “Dari Abi Hurairah Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda : tidak ada penularan, tidak ada tathayyur, tidak ada kesialan burung hamah dan tidak ada kesialan bulan shafar”

    رواه البخاري (كتاب الطب, باب لا هامة رقم : 5757, 5771, باب لا صفر رقم : 5717)

    رواه مسلم (كتاب السلام, رقم : 4116,4117,4118)

    رواه الترمذي (كتاب القدر عت رسول الله, باب لا عدوي ولا هامة ولا صفر, رقم : 2069)

    رواه ابو داود ( كتاب الطب, باب الطيرة , رقم : 3412, 3413, 3414)

    رواه ابن ماجه (كتاب الطب, رقم : 3529)

    رواه احمد (كتاب مسند بني هاشم, باب بداية مسند عبد الله بن العباس)

    Imam Abu Dawud ketika berkomentar tentang hadis menganai bulan Shafar mengatakan:

    سمت أن اهل الجاهلية يستشئمون بصفر, فقال النبي صلي الله عليه وسلم : لا صفر

    “Aku mendengar bahwasanya orang-orang jahiliyyah (dulu) memandang sial terhadap bulan Shafar, maka Nabi Muhammad Saw bersabda (sebagai bantahan terhadap anggapan mereka) : “tidak ada kesialan dalam bulan Shafar.” (Sunan Abi Dawud Juz 4 hal: 18)

    Lebih tandas lagi Imam al-Syanwani al-Syafi’i dalam kitab Hasyiyah ‘ala Mukhtashor Ibn Abi Jamrah li al-Bukhori mengomentari hadis Nabi saw ولا صفر berkata :

    انهم يتشاءمون بدخول صفر لما يتوهمون أن فيه كثرة الدواهي والفتن . فالمعني : ولا تشاءم بهذا الشهر…. فنفي المصطفي صلي الله عليه وسلم أربعة امور لا اصل لها.

    Bahwasanya mereka( orang-orang jahiliyyah) memandang sial dengan masuknya bulan shafar, karena mereka mempunyai anggapan bahwa di bulan shafar itu banyak terjadi bencana dan bala. Oleh karena itu sabda Nabi Saw “tidak ada kesialan bulan Shafar” itu maksudnya adalah janganlah kamu memandang sial bulan Shafar ini…. Maka dengan hadis diatas Nabi Muhammad Saw telah memberantas 4 perkara yang sama sekali tidak memiliki dasar.

    2. Pendapat Para Ulama mengenai Rebo Wekasan

    – Imam Ahmad Mushthafa al-Maragi :

    وما روي من شؤم بعض الايام فلا يصح شيئ منه (تفسير المراغي جزء 9 صحيفة 27)

    “Apa yang diceritakan orang tentang adanya sebagian hari yang membawa sial (termasuk rebo wekasan), maka cerita itu idak berdasar sama sekali.”

    – Imam Ismail Muhammad al-‘Ajluni al-Syafi’i berkata setelah menjelaskan panjang lebar tentang bulan Shafar dan hari rabu yang ada didalamnya :

    ان توقي يوم الابعاء علي وجه الطيرة وظن اعتقاد المنجمين حرام شديد التحريم (كشف الخفاء ومزل الالباس عما اشتهر من الاحاديث علي السنة الناس جزء 1 صحيفة 13)

    “Merasa takut dengan adanya hari rabu terakhir bulan Shafar dengan cara tathayyur dan mempunyai dugaan seperti yang diyakini ahli nujum, maka hukumnya sangat haram.”

    – Imam Muhammad Salim al-Baihani berpendapat :

    ويروي الذين لا يعرفون قداسة الاسلام احاديث مكذوبة في شؤم صفر, وان الله ينزل فيه من البلاء خمسة اضعاف ما ينزله في غيره من الشهور, وفي الاربعاء الاخير منه. يكتبون التعاويذ في الاواني التي يشربون بها ولا يسافرون ولا يتزوجون في صفر, ويكذبون علي النبي صلي الله عليه وسلم بقولهم : اخر اربعاء من كل صفر يوم نحس مستمر, وهو موضوع (اصلاح المجتمع ص : 271)

    Dan hadis-hadis palsu tentang kesialan bulan Shafar (sebetulnya) diriwayatkan oleh orang-orang yng tidak mengerti kesucian Islam. Mereka mengatakan bahwasanya Allah Swt menurunkan bala dibulan itu lima kali lipat yang Allah Swt tidak turunkan dibulan lainnya, termasuk pada hari rabu terakhir(rebo wekasan) bulan Shafar. Mereka menulis berbagai azimat/penangkal pada bejana lalu kemudian airnya mereka minum. Di bulan Shafar, mereka tidak mau bepergian dan pernikahan. Mereka berdusta mengatasnamakan Nabi Muhammad Saw dengan ucapannya bahwa hari rabu terakhir setiap bulan Shafar adalah hari penuh naas/sial. Padahal (setelah hadis-hadis itu diteliti) ternyata palsu (maudhu).

    3. Amalan bulan Shafar

    Seperti yang diketahui bersama, setiap datang bulan shafar banyak orang yang menyebarkan selebaran berisi wafaq untuk tolak bala. Banyak versi mengenai tulisan wafaqnya. Diantaranya :

    “Risalah ini menerangkan shalat sunnat rebo wekasan yang tertulis dalam ‘Bahjatul Mardhiyyah fi Fawa’idil Ukhrowiyyah karangan Syaik Muhammad Dawud al-Pattani, beliau mengutip dari kitab az-Zawajir karangan Imam Ibnu Hajar al-Haytami yaitu : setap hari rabu akhir bulan Shafar turun 320.000 bala/penyakit. Barang siapa yang shalat 4 rakaat pada hari itu, lalu setelah selesai membaca al-fatihah setiap rakaat membaca Inna A’thaynakal kautsar 17 kali, qulhu 5 kali dan mu’awwidzatain sekali lalu setelah salam ia berdo’a, lalu kemudian wafaqnya digunting dan dibenamkan kedalam air kemudian airnya diminum, insya Allah selamat dari semua bala.”

    Mengenai selebaran ini, ada 2 hal yang mesti diperhatikan :

    Pertama, selebaran ini majhul al-mu’allif (tidak diketahui penyusunnya).

    Kedua, Syaikh Dawud al-Pattani, dalam kitabnya itu mengutip dari kitab al-Zawajir karangan Imam Ibn Hajar al-Haytami, namun setelah dilakukan penelitian oleh KH Ahmad Dimyati Badruzzaman, ternyata dalam kitab al-Zawajir yang terdiri dari 2 jilid dengan jumlah halaman 533, tidak ada keterangan mengenai rebo wekasan. Karenanya selebaran itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Mengenai hukum shalat rebo wekasan berikut penjelasan Syaikh Zainuddin murid Imam Ibnu hajar :

    ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب علي ولاة الامر منع فاعلها صلاة الرغائب. وهي ثنتا عشرة ركعة بين العشائين اول جمعة من رجب, وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة, وصلاة أخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة بنية قضاء الصلواة الخمس التي لم يقضها, وصلاة عاشوراء اربع ركعة أو اكثر, وصلاة الاسبوع. اما أحاديثها فموضوعة باطلة. ولا تغتر بمن ذكرها. وممن ذكرها الغزالي في الاحياء. (اعانة الطالبين ج اول ص 268)

    قلت ومثله صلاة صفر. فمن اراد الصلاة في وقت من هذه الوقات فلينو النفل المطلق فرادي من غير عدد معين. وهو ما لا يتقيد بوقت ولاسبب ولا حصر له. (كنز النجاة و السرور ص 17-18)

    4. Kesimpulan

    – Anggapan bulan Shafar bulan penuh dengan sial, dan Allah turunkan bala pada rebo wekasan merupakan anggapan yang sudah ada pada masa jahiliyyah dan oleh Nabi Muhammad Saw anggapan itu di anggap keliru.

    – Shalat sunnah khusus Shafar atau rebo wekasan tidak memiliki dasar hukum yang dipetanggungjawabkan.

    – Diperlukan kehati-hatian dalam menjalankan ritual agama agar tidak terjebak kedalam kungkungan bid’ah yang menyesatkan.

    Wallahu a’lam bi al-shawab

    oleh : KH. Aim Zaimuddin. MA

    Pengasuh ponpes al-Fatmahiyyah jonggol, Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s